Gangguan Bipolar... Berbahayakah?
Beberapa
waktu belakangan ini kita sering mendengar media memberitakan gangguan kejiwaan
yang diduga menyerang seorang mantan artis cilik, yakni gangguan bipolar.
Sebenarnya apa yang dimaksud dengan gangguan bipolar, berbahayakah gangguan
tersebut?
- Episode mania (kebahagiaan dan antusiasme yang ekstrim), ditandai dengan kondisi mood yang sangat meningkat (hipertimik). Gejalanya mencakup berpikir dengan cepat, cerewet, sangat antusias dan memiliki energi ekstra sekalipun sudah berhari-hari tidak tidur. Mania tidak dapat melihat bahaya yang dapat timbul, karenanya mereka sering bertindak ekstrim dan menimbulkan problem serius.
- Episode depresi (kesedihan dan pesimisme yang ekstrim), ditandai dengan mood yang sangat menurun (hipotimik). Selama fase depresi, penderita mungkin dihantui oleh gagasan untuk bunuh diri.
- Di antara kedua episode tersebut terdapat mood yang tidak normal (eutimik).
Gangguan bipolar adalah
bunglonnya gangguan kejiwaan, mengubah tampilan gejalanya dari satu pasien ke
pasien lain, dan dari satu episode ke episode lain bahkan pada pasien yang
sama.
dr. Francis
Mark Mondimore, Fakultas Kedokteran-Jhons Hopkins University
Diagnosis
gangguan bipolar biasanya dilakukan berdasarkan serentetan gejala yang terlihat
selama suatu jangka waktu tertentu.
Apa
saja faktor penyebab gangguan bipolar?
Meski belum ada yang
mendefinisikannya secara jelas, namun beberapa faktor ini diduga kuat sebagai
pemicu gangguan bipolar :- Faktor genetik (keturunan). Menurut beberapa kajian ilmiah, anggota keluarga dekat dari penderita depresi bipolar lebih cenderung mengalami penyakit ini 8 hingga 18 kali daripada anggota keluarga dekat dari orang yang sehat (Ikatan Dokter Amerika).
- Faktor depresi, yang dipicu oleh stresor psikososial misalnya pertengkaran, perceraian dan kehilangan orang yang dicintai.
Gangguan
ini sangat berbahaya dan menyiksa penderitanya, karena gangguan ini bersifat
berulang dan berlangsung seumur hidup. Penderita gangguan bipolar tidak bisa
sembuh total, tetapi dengan perawatan dan pengobatan yang tepat, gangguan ini
dapat dikendalikan dan risiko bunuh diri dapat ditekan, sehingga kualitas hidup
penderita dapat diperbaiki (Dr. AA Ayu Agung Kusumawardhani, SpKJ (K), Kepala
Departemen Psikiatri RSCM).
- Mengatasi berbagai gangguan dan stimulasi lingkungan yang memicu terjadi gangguan.
- Lebih rileks dan terhindari stress, hal ini dapat dilakukan dengan manajemen stress dan mencoba teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau pernapasan dalam.
- Membuat pilihan yang sehat; makan dan berolahraga teratur serta menjaga jadwal tidur yang teratur sangat penting untuk menjaga suasana hati.
- Melacak gejala peruban suasana hati sendiri, sehingga penderita dapat mencegah masalah sebelum dimulai.
- Mengonsumsi suplemen yang dapat menjaga tubuh tetap rileks dan siap menghadapi stress.
Tips di atas tentu saja tidak hanya
berlaku bagi penderita bipolar, tapi juga bagi Anda yang ingin memiliki
kehidupan yang lebih rileks dan tenang.
Tara Relaxan
TARA Relaxan, kombinasi nutrisi seimbang dari bahan alami
untuk membantu Anda menikmati tidur berkualitas, tubuh rileks dan Anda
pun terhindar dari stress.
Selengkapnya ...
Selengkapnya ...
Komentar
Posting Komentar