Kesemutan? Jangan Anggap Enteng
Mungkin Anda
pernah merasa kesal saat kaki tiba-tiba terasa kebal dan sulit digunakan
berjalan akibat kesemutan? Biasanya kesemutan dianggap sepele, karena sering
terjadi akibat salah posisi duduk atau otot yang tegang.
Padahal tidak setiap kesemutan disebabkan oleh kedua hal
tersebut... dan kesemutan yang tidak biasa tersebut adalah gejala gangguan
kesehatan yang perlu diwaspadai.
Apa
sebenarnya kesemutan?
Kesemutan atau paresthesia adalah sensasi rasa dingin, panas
atau seperti dirambati sesuatu pada permukaan tubuh tertentu yang tidak dipicu
rangsangan dari luar.
Kesemutan
terjadi jika saraf dan pembuluh darah mengalami tekanan sehingga terjadi
iritasi pada serabut saraf. Misalnya, saat
duduk bersimpuh atau menekuk kaki terlalu lama, maka syaraf dan aliran darah
terganggu.
Umumnya kesemutan akan mereda jika
bagian tubuh yang mengalaminya digerakkan. Namun waspadalah jika kesemutan :
- Tak kunjung hilang setelah bagian tubuh digerakkan.
- Merambat ke bagian tubuh yang lebih luas.
- Terjadi semakin sering.
- Kesemutan berubah menjadi rasa kebal.
Beberapa
gangguan kesehatan serius yang ditandai gejala kesemutan antara lain :
- Diabetes mellitus atau kencing manis. Pada penderita diabetes kesemutan adalah gejala kerusakan pembuluh darah yang menyebabkan aliran darah ke serabut saraf berkurang. Gejala yang dirasakan biasanya telapak kaki terasa tebal, kadang-kadang panas, dan kesemutan di ujung jari terus-menerus. Kemudian disertai rasa nyeri yang menikam, seperti ditusuk-tusuk di ujung telapak kaki, terutama pada malam hari.
- Penyakit Jantung Koroner, kesemutan biasanya terjadi karena komplikasi jantung dan saraf. Kadang terjadi pada penderita yang menjalani operasi pemasangan klep jantung. Saat pemasangan, ada bekuan darah menempel, yang kemudian terbawa aliran darah ke atas, dan menyumbat salah satu pembuluh darah di otak. Bila sumbatan di otak itu kebetulan mengenai daerah yang mengatur sistem sensorik, si penderita akan merasakan kesemutan sebelah. Bila daerah yang mengatur sistem motorik juga terkena, kesemutan akan menjadi kelumpuhan.
- Stroke, kesemutan dapat jadi tanda stroke ringan. Biasanya disebabkan sumbatan pada pembuluh darah di otak, yang mengakibatkan kerusakan saraf setempat. Gejala lain yang muncul: rasa kebas separuh badan, lumpuh separuh badan, buta sebelah mata, sukar bicara, pusing, penglihatan ganda dan kabur. Gejala berlangsung beberapa menit atau kurang dari 24 jam. Biasanya terjadi waktu tidur atau baru bangun. Kondisi ini harus ditangani karena bisa berkembang menjadi stroke berat.
- Radang sumsum tulang belakang (myelitis); terjadi pada orang dewasa, kadang diawali gejala flu berat dan kesemutan, disebabkan oleh cytomegalovirus. Gejala kesemutan akan menghebat, naik dari ujung jari kaki sampai ke pusar. Penyakit ini dapat disembuhkan total, dapat pula cuma sembuh sebagian, tetapi ada juga yang sampai lumpuh.
- Carpal Tunnel Syndrome (CTS), biasanya diawali gejala kesemutan di ujung jari tangan kanan, kemudian berkembang menjadi rasa tebal dan nyeri. Gejala kesemutan ini disebabkan oleh pembesaran otot di telapak tangan yang menekan saraf dan menghambat aliran darah. CTS bisa menjadi gangguan lebih serius bila didiamkan, otot-otot akan kekurangan nutrisi, mengecil dan akhirnya melemah.
- Rematik, gejala kesemutan biasanya menimbulkan rasa tebal. Gejala kesemutan akan hilang setelah rematik sembuh.
- Spasmofilia (tetani), gejala kesemutan terjadi karena kadar ion kalsium dalam darah berkurang karena menurunnya tegangan karbondioksida dalam paru-paru. Akibatnya darah tidak dapat mengalir ke organ tubuh. Gejala lainnya adalah kejang pada tungkai, sulit tidur, emosi labil, takut, lemah, sakit kepala sebelah atau migrain, dan hilang kesadaran.
- Guillain-barre syndrome; kesemutan biasanya terasa di sekujur tubuh, khususnya pada ujung jari kaki dan tangan karena virus menyerang sistem saraf tepi. Selanjutnya gejala berlanjut dengan demam tinggi, batuk, dan sesak napas bahkan kelumpuhan di seluruh tubuh.
- Multiple sclerosis (MS). MS adalah kelainan autoimun sehingga sistem imun menyerang jaringannya sendiri, membuat antaran impuls saraf terganggu. Kesemutan biasanya terjadi di sekujur tubuh.
Jadi...
kesemutan? Jangan anggap enteng.
Komentar
Posting Komentar