Dilema Celana Ketat dan Kesehatan Reproduksi Pria


Beberapa tahun terakhir, bisa kita lihat di televisi, celana jeans ketat menjadi trend di kalangan anak muda hingga “anak” tua yang ingin tampak muda. Dunia fashion adalah dunia yang berputar, setiap model pakaian akan datang dan pergi, dari tahun ke tahun. Celana ketat pun kembali menjadi model “kekinian” saat ini.


Haruskah kesehatan Anda dikorbankan untuk mendapatkan sebuah predikat keren? Zaman sekarang, sudah banyak orang, dari yang muda hingga yang tua, amat menyukai mengikuti perkembangan fashion. Bukan hanya wanita, kaum pria pun tidak mau kalah. Mereka juga ikut-ikutan kaum dari venus untuk tampil up-to-date. Tidak tanggung-tanggung, celana ini bukan sekedar ketat, tapi juga menempel-pel-pel begitu kuat seolah menjadi kulit kedua bagi pemakainya.



Ini adalah musuh dalam selimut. Sungguh  bahaya yang tidak banyak disadari pria. Pria yang memakai celana ketat mungkin akan menghadapi masalah dengan motilitas dan produksi sperma. Hal ini dikarenakan celana ketat mengakibatkan suhu di daerah kelamin meningkat dan berdampak negatif terhadap produksi sperma.

Hasil penelitian di Indonesia menyebutkan jumlah normal sperma adalah sekitar 60 juta per milliliter akan menurun drastis menjadi 20 juta per milliliter dikarenakan skrotum* tertekan oleh celana yang terlalu ketat. Hal ini dapat dijelaskan secara ilmiah; celana ketat meningkatkan suhu di area skrotum. Suhu yang tidak normal pada area skrotum mengakibatkan tumpukan keringat di sekitar organ reproduksi tidak bisa keluar dengan semestinya. Bila hal ini dibiarkan berkelanjutan akan menyebabkan gatal yang akan menjalar ke bagian buah zakar. Apabila hal ini terjadi terus menerus dalam jangka waktu yang lama, maka daerah itu akan menjadi lembab dan mudah sekali memicu pertumbuhan jamur. Disamping itu hal tersebut juga meningkatkan risiko terjadinya iritasi maupun infeksi.

Tapi apapun itu yang Anda pakai, saya harap Anda selalu ingat untuk berdoa dan mencuci kaki sebelum tidur.

*Skrotum adalah:
Kantung eksternal tipis di kulit penis yang berisikan testis dan kelenjar yang memproduksi sperma dan terbagi menjadi dua kompartemen. Skrotum bermanfaat untuk melindungi testis dimana suhu ideal untuk skrotum adalah 37 derajat selsius 

(google.com).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Beberapa Dampak Negatif Game PUBG

Langsing, Cantik Dan Sehat Dengan Berpuasa

Yuk Menghitung Kebutuhan Kalori Harian