Mengapa Junk Food Gampang Membuat Anda Gemuk?
Anda mungkin
salah satu penggemar makanan cepat saji atau nama junk food karena lebih
praktis dan gerainya bertebaran di setiap sudut kota sehingga mudah dijangkau.
Makanan cepat tersedia di atas meja tanpa harus menunggu lama sang koki
memasaknya terlebih dahulu. Tapi apakah makanan cepat saji tersebut baik untuk
tubuh kita sehat atau malah dapat mendatangkan penyakit?
Makanan cepat saji seperti fried chicken, burger, sandwich,
kentang goreng, dan sejenisnya selain kandungannya didominasi oleh lemak trans,
lemak yang berbahaya bagi tubuh, juga miskin vitamin dan mineral. Minyak
terhidrogenasi, sumber lemak trans, dipilih karena murah dan berlimpah. Selain
itu makanan yang digoreng menggunakan minyak trans menjadi lebih renyah dan
awet. Namun sayangnya, ketika minyak dipanaskan dalam suhu tinggi dalam selang
waktu tertentu, minyak akan terkonversi secara kimiawi sehingga membuat jumlah
kalori dalam makanan cepat saji “menggendut.”
Dari sepotong burger yang biasa Anda santap di restoran
cepat saji, terkandung kalori kurang lebih 1.200 Kkal.
Tiap orang mempunyai tingkat kebutuhan kalori masing-masing. Orang dewasa dengan tubuh tinggi dan mempunyai banyak aktifitas tentunya butuh lebih banyak kalori daripada orang lain yang bertubuh lebih kecil dan menjalani sedikit aktifitas. Bila makanan yang dikonsumsi memiliki jumlah kalori seimbang sesuai dengan kebutuhan tubuh dan aktifitas, maka tidak akan ada penumpukan lemak di tubuh, kalori yang masuk dibakar sebagai bahan bakar energi tubuh. Ketika Anda mengonsumsi makanan cepat saji, kalori dalam jumlah besar dari lemak jenuh akan tersimpan sebagai lemak. Dengan kata lain, tubuh tidak menggunakan lemak jenuh yang masuk ke dalam tubuh. Itulah yang menjadi alasan mengapa Anda jadi mudah gemuk ketika makan makanan yang tidak bernutrisi ini.
Selain itu gula
tambahan yang tinggi di dalam makanan cepat saji dan minuman yang selalu setia
mendampingi makanan cepat saji seperti minuman bersoda akan menyebabkan
penurunan fungsi insulin jika dikonsumsi secara rutin, yang menyebabkan risiko
terkena diabetes tipe 2 pun meningkat.
Jadi, ubahlah
gaya hidup Anda dari sekarang dan pilihlah makanan yang bukan hanya nikmat tapi
juga sehat.
sumber : http://www.taranature.co.id/
Komentar
Posting Komentar