Fakta Ilmiah Tentang Makan dan Minum Sambil Berdiri
Dalam satu kesempatan, presidan kita saat ini, Joko Widodo, sempat ditegur oleh seorang ulama saat terlihat makan sambil berdiri di salah satu acara buka bersama anak yatim. Keluputan bapak presiden kita tidak dapat dihakimi karena tradisi makan sambil berdiri mungkin sudah menjadi hal yang biasa di zaman sekarang. Mungkin Anda sering mendengar istilah “standing party” dan pernah ikut ke dalam acara tersebut. Makan dan minum dilakukan sambil berdiri, diikuti oleh kebiasaan ngobrol-ngobrol dengan teman dan kerabat. Memang makan sambil berkumpul terasa sangat nikmat, hingga Andapun tidak lagi memerdulikan bagaimana cara makan yang sehat dan benar.
Secara agama, makan sambil berdiri memang tidak diperbolehkan. Hal tersebutpun telah dibenarkan oleh banyak penelitian.
Berikut beberapa fakta ilmiah yang diambil dari berbagai sumber tentang makan dan minum sambil berdiri.
- Dalam sebuah penelitian yang diadakan oleh salah satu ahli akupuntur di India, dibuktikan bahwa air minum yang masuk dengan cara minum sambil duduk lebih baik dibandingkan kita minum dengan cara berdiri.
Menurut penelitian tersebut, air putih yang kita minum saat duduk akan disaring oleh sfringer. Sfringer adalah suatu struktur maskuler (berbobot) yang bisa membuka (sehingga air kemih bisa lewat) dan menutup. Setiap air yang kita minum tersebut kemudian akan disalurkan ke pos-pos penyaringan yang berada di ginjal.
Sebaliknya, jika kita minum air putih dengan cara berdiri, maka air yang kita minum itu akan masuk tanpa disaring lagi dan bisa langsung menuju kandung kemih. Ketika air langsung ke kandung kemih, maka terjadi pengendapan di saluran ureter. Karena banyak limbah-limbah yang menyisa di ureter, maka hal ini bisa menyebabkan penyakit kristal ginjal yang menjadi salah satu penyakit ginjal yang berbahaya. - Minum sambil berdiri tidak akan menyegarkan tubuh kita secara optimal dan air yang terserap akan cepat turun ke orgketahui, 80% lebih dari tubuh kita terdiri dari air.
- Apabila kita makan sambil berdiri, maka akan terjadi reflux asam lambung. Dengan kata lain, asam lambung akan naian tubuh bagian bawah. Sehingga, air tersebut tidak dapat tersebar ke seluruh organ tubuh yang lain, karena tidak sempat terpompa oleh jantung. Padahal, seperti yang kita ke saluran esofagus dan membuat sel-sel kerongkongan teriritasi. Iritasi sel kerongkongan ini dikarenakan pH asam lambung yang sangat asam (pH 1-2,5) dan kadang ditandai dengan gejala panas terbakar yang menyesak di dada atau disebut sebagai “Heartburn”. Bila kita tetap bandel membiasakan makan atau minum sambil berdiri dalam jangka waktu panjang, iritasi sel-sel kerongkongan ini akan berakumulasi dan menyebabkan kanker saluran esofagus.
Jauh sebelum sains membuktikan kebenaran ilmiah di balik adab makan yang benar, agama telah menyebutkan bagi umatnya agar tidak makan dan minum dengan cara berdiri. Alangkah baiknya kita tidak hanya menuruti hawa nafsu belaka tanpa memerhatikan kaidah kesehatan untuk pencernaan yang selalu terjaga baik.
"Before eating, always take time to thank the food...and sit down."
Arapaho Proverb
Arapaho Proverb
Sumber:
pkspiyungan.org
lifehealth.com
Komentar
Posting Komentar