Buat Apa Stress Kerja? Enjoy Aja...
Menurut
penelitian Baker dkk (1987), stress yang dialami oleh seseorang akan merubah
cara kerja sistem kekebalan tubuh. Para peneliti ini juga menyimpulkan bahwa
stress akan menurunkan daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit dengan cara
menurunkan jumlah fighting desease cells.
Akibatnya, orang tersebut cenderung sering dan mudah terserang penyakit yang
cenderung lama masa penyembuhannya karena tubuh tidak banyak memproduksi
sel-sel kekebalan tubuh, ataupun sel-sel antibodi banyak yang kalah.
Kapan seseorang dikategorikan mengalami stress kerja?
Menurut Phillip L. Rice, penulis buku Stress and Health, seseorang dikategorikan mengalami stress kerja jika :
Menurut Terry Beehr dan John Newman (1978) gejala stress kerja dapat di bagi dalam 3 (tiga) aspek, yaitu gejala psikologis, gejala psikis dan perilaku.
Stress kerja sekecil apapun juga harus ditangani dengan segera. Seorang ahli terkenal di bidang kesehatan jiwa, Jere Yates (1979,) mengemukakan ada delapan (8) aturan main yang harus diikuti dalam mengatasi stress yaitu:
Kapan seseorang dikategorikan mengalami stress kerja?
Menurut Phillip L. Rice, penulis buku Stress and Health, seseorang dikategorikan mengalami stress kerja jika :
- Stress yang dialami mempengaruhi organisasi atau perusahaan tempat individu bekerja. Penyebabnya bisa saja tidak hanya berasal dari perusahaan, melainkan juga karena masalah rumah tangga yang terbawa ke pekerjaan atau masalah pekerjaan yang terbawa ke rumah.
- Mengakibatkan dampak negatif bagi perusahaan dan juga individu ybs.
Menurut Terry Beehr dan John Newman (1978) gejala stress kerja dapat di bagi dalam 3 (tiga) aspek, yaitu gejala psikologis, gejala psikis dan perilaku.
- Gejala Psikologis
Kecemasan, ketegangan, Bingung, marah, sensitif, Memendam perasaan, Komunikasi tidak efektif, Mengurung diri, Depresi, Merasa terasing dan mengasingkan diri, Kebosanan, Ketidakpuasan kerja, Lelah mental, Menurunnya fungsi intelektual, Kehilangan daya konsentrasi, Kehilangan spontanitas dan kreativitas, Kehilangan semangat hidup, Menurunnya harga diri & rasa percaya diri. - Gejala Fisik
Meningkatnya detak jantung dan tekanan darah, Meningkatnya sekresi adrenalin & nonadrenalin, Gangguan gastrointestinal, misalnya gangguan lambung, Mudah terluka, Mudah lelah secara fisik, Kematian, Gangguan kardiovaskuler, Gangguan pernafasan, Lebih sering berkeringat, Gangguan pada kulit, Kepala pusing, migrain, Kanker, Ketegangan otot, Problem tidur (sulit/terlalu banyak tidur). - Gejala Perilaku
Menunda atau menghindari pekerjaan/ tugas, Penurunan prestasi dan produktivitas, Meningkatnya konsumsi minuman keras, Perilaku sabotase, Meningkatnya frekuensi absensi, Perilaku makan yang tidak normal, Kehilangan nafsu makan dan penurunan berat badan yang drastis, Meningkatnya kecenderungan perilaku beresiko tinggi, seperti ngebut, berjudi, Meningkatnya agresivitas & kriminalitas, Penurunan kualitas hubungan interpersonal dengan keluarga dan teman, Kecenderungan bunuh diri.
- Dampak terhadap perusahaan seperti diungkapkan Randall Schuller (1980): stress yang dihadapi oleh karyawan berkorelasi dengan penurunan prestasi kerja, peningkatan ketidakhadiran kerja, serta tendensi mengalami kecelakaan.
- Dampak terhadap individu biasanya terkait dengan masalah kesehatan, psikologis dan interaksi interpersonal.
Sumber Stress
Untuk memahami sumber
stress kerja, kita harus melihat stress kerja ini sebagai interaksi dari
beberapa faktor, yaitu :- Faktor eksternal, berupa stress di pekerjaan itu sendiri.
- Faktor internal, berupa karakter dan persepsi (reaksi subyektif) dari karyawan itu sendiri.
Stress kerja sekecil apapun juga harus ditangani dengan segera. Seorang ahli terkenal di bidang kesehatan jiwa, Jere Yates (1979,) mengemukakan ada delapan (8) aturan main yang harus diikuti dalam mengatasi stress yaitu:
- Terhadap diri sendiri :
- Pertahankan kesehatan tubuh Anda sebaik mungkin, usahakan berbagai cara agar Anda tidak jatuh sakit.
- Terimalah diri Anda apa adanya, segala kekurangan dan kelebihan, kegagalan maupun keberhasilan sebagai bagian dari kehidupan Anda.
- Terhadap orang-orang di sekitar Anda :
- Tetaplah memelihara hubungan persahabatan yang indah dengan seseorang yang Anda anggap paling bisa diajak curhat.
- Tetaplah memelihara hubungan sosial dengan orang-orang di luar lingkungan pekerjaan Anda, misalnya dengan tetangga atau kerabat dekat.
- Melibatkan diri dalam pekerjaan-pekerjaan yang berguna, misalnya kegiatan sosial dan keagamaan.
- Terhadap stress & sumber stress :
- Berusahalah mempertahankan aktivitas yang kreatif di luar pekerjaan, misalnya berolahraga atau berekreasi
- Gunakanlah metode analisa yang cukup ilmiah dan rasional dalam melihat atau menganalisa masalah stress kerja Anda.
Dalam
menghadapi stress di mana pun, yang terpenting adalah selalu bersikap positif.
Beban selalu ada, namun bukan masalah beratnya beban tersebut yang membuat Anda
stress... namun berapa lama Anda menanggung beban tersebut. Jadi buat apa Anda
stress kerja? Enjoy aja...
Komentar
Posting Komentar