Omega-3 (DHA dan EPA) Terbukti Meningkatkan Kecerdasan Anak

Asam lemak omega-3 (terutama DHA dan EPA) yang terdapat dalam minyak ikan tergolong sebagai sumber lemak yang sangat banyak manfaatnya :
- DHA berfungsi sebagai jaringan pembungkus saraf yang berperan untuk melancarkan perintah saraf dan mengantarkan rangsangan saraf ke otak.
- EPA berfungsi dalam pembentukan sel-sel darah dan jantung, memperlancar sirkulasi darah dan menyehatkan sistem peredaran darah.
Banyak orangtua memberikan suplemen minyak ikan kepada anak-anaknya karena kandungan kalsium dan omega-3 yang baik untuk pertumbuhan. Menurut studi terbaru, omega-3 bisa meningkatkan kemampuan membaca anak.
- Para peneliti dari Universitas Oxford, Inggris, melakukan penelitian manfaat omega-3 terhadap kemampuan membaca. Sekitar 362 anak berusia 7-9 tahun diberikan suplemen minyak ikan sebagai sumber omega-3 dengan dosis 600 mg selama 16 minggu. Walaupun tidak ada efek signifikan, tetapi pada anak yang kemampuan membacanya rendah, setelah rutin mengonsumsi omega-3, kemampuan membacanya meningkat dalam 3 minggu dibandingkan dengan anak yang mendapatkan suplemen plasebo.
- Dr Alex Richardson, peneliti senior dari Centre for Evidence-Based Intervention dari Universitas Oxford, mengatakan, suplementasi omega-3 terbukti meningkatkan kemampuan baca anak yang berada dalam skala terendah sehingga mampu menyamai teman-temannya.
- Studi sebelumnya menyebutkan, suplementasi omega-3 juga bermanfaat untuk anak yang menderita gangguan pemusatan perhatian atau hiperaktif, disleksia serta gangguan perkembangan koordinasi.
- 1-2 tahun: 1 ons/hari
- 3-6 tahun: 1,5 ons/hari
- di atas 6 tahun: 2-3 ons/hari.
Sayang tubuh tidak dapat menghasilkan asam lemak omega-3 ini,
sehingga kebutuhan akan lemak ini harus didapat dari makanan yang kita
konsumsi.
Omega-3
biasanya bisa didapat dari konsumsi ikan salmon, tuna, makarel, hering,
tenggiri, ikan tambak dan ikan air tawar.
Namun tidak semua anak menyukai ikan. Selain itu tidak semua anak mampu
mengonsumsi ikan dengan jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan omega-3
untuk otaknya. Apalagi jika Anda juga tidak mudah menemukan ikan yang tak
mengandung merkuri.Untuk memenuhi kebutuhan omega-3, anak dianjurkan mengasup omega-3 dari makanan lain, contohnya :
- Sarden kaleng, namun sarden kaleng bukanlah sumber omega-3 yang baik, karena diolah dengan proses pemanasan yang sangat tinggi.
- Jenis lain tuna kalengan yaitu solid white albacore (tuna putih solid) mengandung lebih banyak omega-3 namun juga mengandung lebih banyak merkuri sehingga tidak baik dikonsumsi anak-anak. Bahkan FDA menyarankan untuk membatasi konsumsi tuna putih solid maksimal 1 porsi per minggu.
- Minyak nabati dari raps, kacang kenari, walnuts, alpukat, bayam dan kacang kedelai.
- Telur, susu, yoghurt, roti, sereal dan margarin. Sayangnya, tidak semua makanan tadi mengandung DHA atau EPA yang dalam jumlah yang cukup besar.
Omega-3 (DHA dan EPA)
terbukti meningkatkan kecerdasan anak, namun ternyata omega-3 juga sangat
dibutuhkan sampai anak dewasa bahkan menjadi tua. Tanpa asupan omega-3 yang
cukup, sel saraf di otak akan mengalami kekurangan energi untuk proses
perkembangan otak sehingga bisa kinerja dan fungsi otak terganggu.
Komentar
Posting Komentar