Melatonin, Hormon Pengatur Tidur


Melatonin, hormon pengatur tidur yang membuat kita mengantuk, diproduksi oleh kelenjar pineal yang terdapat di otak. Kelenjar pineal merupakan kelenjar yang sangat sensitif terhadap cahaya sehingga kelenjar ini aktif pada malam hari. Berdasarkan penelitian ternyata hormon metalonin ini paling banyak dihasilkan sekitar pukul 02.00 – 04.00 malam. Hal ini dikarenakan pada waktu itu gangguan cahaya dari alam paling minimal.
Selain membuat kita mengantuk di malam hari, ternyata tugas melatonin yang tak kalah penting adalah sebagai pengatur hormon-hormon lain untuk melaksanakan tugasnya. Ibarat orkes simfoni, melatonin berfungsi sebagai konduktor: mengatur dan menjaga keharmonisan kerja hormon, menjaga keteraturan metabolisme sel, mempertahankan efisiensi dan efektivitas kerja sel, membuat sel tidak mudah rusak.
Karena itulah, di dalam tubuh melatonin :

  1. Berperan penting terhadap kondisi tidur yang baik termasuk menurunkan temperatur tubuh dan menjaga keadaan tubuh saat tidur.
  2. Mengurangi kolesterol sehingga dapat memperkecil kemungkinan mengidap jantung koroner.
  3. Mengatasi radikal bebas (antioksidan), hal ini dikarenakan melatonin dapat mentralisir zat radikal dengan menyumbangkan elektronnya. Selain itu melatonin dapat menghambat pembentukan peroksinitrit (prekursor radikal) dengan menghambat enzim nitrit oksida sintetase. Melatonin merupakan antioksidan yang lebih reaktif dibandingkan vitamin E atau glutation sehingga lebih efektif mengatai zat radikal yang masuk ke dalam tubuh.
  4. Meningkatkan keefektifan sistem kekebalan tubuh, hal ini dikarenakan melatonin dapat menstimulus produksi sitokin InterLeukin−2 (IL−2), InterLeukin−6 (IL−6), dan InterLeukin−12 (IL−12) sebagai sistem imun tubuh.
  5. Dapat mencegah kanker karena berdasarkan penelitian hormon melatonin dapat secara langsung mencegah perkembangan sel kanker di dalam tubuh.
  6. Melindungi tubuh dari polusi lingkungan serta efek racun.
  7. Dapat meringankan kondisi penderita AIDS, karena melatonin sanggup merangsang sel-sel kekebalan tubuh yang abnormal menjadi normal.

Tahukah Anda?
  • Melatonin diproduksi dalam jumlah besar sekali pada orang muda, untuk kemudian menurun setelah usia 40 tahun. Penurunan produksi hormon ini menyebabkan berbagai keluhan yang lebih banyak dialami oleh usia tua dibandingkan dengan usia muda. Melatonin berperan besar dalam membantu kualitas tidur, mengatasi penyimpangan-penyimpangan, depresi dan sistem kekebalan yang rendah.
  • Melatonin merupakan hormon yang berasal dari asam amino tryptophan sebagai prekursor sehingga produksi hormon melatonin sangat bergantung pada ketersediaan asam amino tryptophan di dalam tubuh. Tryptophan merupakan asam amino esensial yang produksi dalam tubuhnya sangat kecil sehingga perlu adanya asupan protein dari makanan.
  • Melatonin memberikan pengaruh psikologis positif terhadap mood seseorang, sedangkan apabila seseorang rendah melatonin maka akan mengarah ke perasaan gelisah, mudah lelah, dan sikap mudah marah.
  • Produksi hormon melatonin akan berkurang oleh adanya rangsangan dari luar, misalnya cahaya serta medan elektromagnetik. Kondisi ini berpotensi menimbulkan berbagai keluhan, termasuk sakit kepala, pening dan keletihan. Hal ini juga berarti tidur dengan lampu yang menyala atau meletakkan handphone di dekat bantal adalah salah satu pemicu gangguan tidur, karena produksi hormon melatonin menjadi tidak efektif.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Beberapa Dampak Negatif Game PUBG

Langsing, Cantik Dan Sehat Dengan Berpuasa

Yuk Menghitung Kebutuhan Kalori Harian