Tips Mengatasi Depresi Pasca Persalinan
Sebuah
penelitian di Inggris menunjukkan bahwa satu dari tujuh “ibu baru” menderita
depresi atau baby blue yang berdampak serius pada keselamatan bayi serta
ibunya.
Depresi
pasca persalinan terjadi karena :
- Faktor biologis :
- Tubuh ibu mengalami perubahan fisik yang drastis setelah proses persalinan yang melelahkan.
- Kemungkinan trauma pasca melahirkan, terutama pada proses persalinan yang bermasalah.
- Perubahan hormonal.
- Kurang tidur.
- Faktor psikologis :
- Rasa kekhawatiran yang berlebihan dan keraguan akan kemampuan mengurus anak.
- Rasa kurang percaya diri karena berat badan yang belum kembali pulih.
- Malasalah keluarga, pekerjaan suami dan sebagainya.
- Perasaan kesedihan dan depresi disertai dengan menangis tanpa sebab.
- Tubuh terasa sangat letih, tidak bertenaga.
- Perasaan bersalah dan tidak berharga.
- Menjadi tidak tertarik dengan bayi atau menjadi terlalu memperhatikan dan kuatir terhadap bayinya.
- Peningkatan berat badan yang disertai dengan makan berlebihan.
- Penurunan berat badan yang disertai tidak mau makan.
- Perasaan takut untuk menyakiti diri sendiri atau bayinya.
- Tidak dapat tidur atau malah tidur berlebihan.
- Ambillah waktu untuk diri Anda sendiri, dan berikan kesenangan untuk Anda sendiri :
- Bacalah majalah, berbincanglah dengan saudara atau teman dekat Anda.
- Berusahalah memulihkan stamina Anda :
- Beristirahatlah sedapat mungkin. Biarkan pasangan atau keluarga membantu Anda melakukan pekerjaan rumah tangga dan mengurus si kecil sementara.
- Tetap makan makanan bergizi sesuai anjuran dokter. Bila perlu mengonsumsi Happy Link Royal Jelly.
- Batasilah teman-teman yang akan mengunjungi Anda untuk menunggu satu atau dua minggu.
- Mengonsumsi TARA Relaxan, suplemen alami yang berisi antioksidan yang dapat meredakan dampak depresi dan tidak menimbulkan efek samping.
Baby blue bisa muncul mulai dari sesaat
setelah melahirkan, kadang-kadang baby blue mulai terasa 2 sampai 4 hari
kemudian. Biasanya baby blue hanya muncul beberapa hari dan akan sembuh dengan
sendirinya seiring dengan bangkitnya kepercayaan diri dan dukungan keluarga.
Jika gejala terus berlanjut
sampai lebih dari 10 hari, apalagi sampai Anda sulit mengurus diri sendiri dan
terutama bayi Anda, sebaiknya segera menghubungi dokter.
Komentar
Posting Komentar