Sudah Cukupkah Jam Tidur Anda?

Seseorang akan dapat beraktivitas dengan baik apabila memperoleh tidur yang cukup. Kebutuhan tidur diatur oleh suatu proses di otak yang mengatur irama sirkardian.
Irama sirkardian merupakan irama kehidupan sesuai dengan beredarnya waktu dalam sehari yang meliputi perubahan gelap (malam) dan terang (siang). Pada otak terdapat pusat kontrol irama sirkandian yang tepatnya di kelenjar pineal di bagian depan hipotalamus. Pada saat terang (matahari terbit) maka kelenjar pineal mengeluarkan hormon yang merangsang peningkatan suhu badan yang membuat seseorang terbangun. Sedangkan saat gelap (malam hari) kelenjar pineal mengeluarkan hormon melatonin yang membuat seseorang mengantuk dan tidur.

Untuk menentukan apakah jam tidur Anda sudah cukup, dibutuhkan 2 parameter:

  1. Kuantitas: secara umum bayi membutuhkan tidur 16-20 jam/hari, anak-anak membutuhkan  10-12 jam/hari, anak yang lebih besar (usia di atas 10 tahun) membutuhkan 9-10 jam/hari dan orang dewasa 7-7,5 jam/hari. Walaupun demikian ada orang yang membutuhkan waktu tidur lebih lama atau kurang.
  2. Kualitas: Tidur dapat dibagi menjadi 2 tahap yaitu fase Non Rapid Eye Movement (NREM) diikuti fase Rapid Eye Movement (REM = gerakan bola mata cepat). Pada tidur normal NREM dan REM terjadi secara bergantian antara 4-7 siklus.
    • Fase NREM berlangsung 70-100 menit, dapat dibagi lagi menjadi 4 stadium yaitu :
      • Tidur stadium 1: merupakan fase antara terjaga dan tidur. Fase ini berlangsung 3-5 menit. Pada fase ini kelopak mata tertutup dan tampak gerakan bola mata ke kanan dan kiri. Fase ini mudah dibangunkan dan bila dibangunkan merasa seperti setengah tidur.
      • Tidur stadium 2 (Medium deep sleep) : merupakan fase tidur lebih dalam dari fase pertama dan didapatkan bola mata berhenti bergerak.
      • Tidur stadium 3 (deep sleep): merupakan fase tidur lebih dalam dari fase kedua.
      • Tidur stadium 4 (deepest sleep): merupakan fase tidur yang lebih dalam dan sulit dibangunkan.
    • Fase REM (fase mimpi): terjadi setelah fase NREM dan pada saat jam pertama prosesnya terjadi lebih cepat dan lebih panjang pada menjelang bangun. Fase REM ditandai dengan gerakan bola mata cepat dan apabila dibangunkan hampir semua orang dapat menceritakan mimpinya.
Bila 1 atau 2 fase di atas tidak terjadi, maka ada kemungkinan Anda mengalami gangguan tidur. Diagnostic Classification Of Sleep And Arousal Disorder oleh Association of Sleep Disorders Centers mendefinisikan gangguan tidur ke dalam 4 tipe:

  1. Gangguan memulai dan mempertahankan tidur (DIMS).
  2. Gangguan excessive somnolence (DOES) atau rasa kantuk yang berlebihan.
  3. Gangguan jadwal tidur-bangun.
  4. Disfungsi yang diasosiasikan dengan tidur, stage tidur, bangun parsial.
Jadi, sudah cukupkah jam tidur Anda? Apakah Anda sudah merasa segar saat bangun? Bila belum, simak artikel Mengatasi Gangguan Tidur Tanpa Efek Samping. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Beberapa Dampak Negatif Game PUBG

Langsing, Cantik Dan Sehat Dengan Berpuasa

Yuk Menghitung Kebutuhan Kalori Harian