Kapan Sebaiknya Pendidikan Seks Pada Anak Diberikan?
Mungkin banyak orang berpendapat masalah seksual adalah masalah yang tabu dibicarakan, bahkan banyak orang tua yang tertutup kepada anak tentang masalah seksual. Memang benar kalau yang dibicarakan bersifat porno, tidak senonoh atau membicarakan masalah seksual sebagai bahan olok-olok. Namun bila kita memandangnya secara positif dan sesuai dengan perkembangan anak, pendidikan seksual justru harus diberikan kepada anak sedini mungkin:
- Pada anak balita, pendidikan seksual dimulai dengan memberikan wawasan tentang jenis kelaminnya sendiri :
- Anak juga sudah diberitahukan tentang alat kelaminnya sendiri dan mengenali identitas kelaminnya, misalnya cara buang air kecil untuk anak perempuan berbeda dengan anak laki-laki.
- Keluarga juga harus memperlakukan anak sesuai dengan jenis kelaminnya, misalnya: anak perempuan diberikan boneka dan mengenakan rok, anak laki-laki diberikan mobil-mobilan dan mengenakan celana serta kemeja.
- Sebelum mencapai usia pubertas, anak sudah harus mengetahui nama dan fungsi organ reproduksi, perubahan yang akan masa pubertas, hubungan seksual dan kehamilan, jangan lupa untuk mengimbanginya dengan pendidikan moral dan agama yang kuat. Tentu saja orang tua harus memberitahukan batasan hubungan seksual yang benar dan bahaya yang ditimbulkan akibat hubungan seksual di luar pernikahan.
Hal
yang ingin dicapai dalam pendidikan seksual kepada anak adalah :
- Agar anak dapat menerima kondisi fisiknya dan dapat menempatkan dirinya dalam pergaulan secara wajar. Sebagai contoh, anak siap menerima perubahan fisik yang terjadi saat pubertas dan cara menangani keluhan yang mungkin terjadi, misalnya anak perempuan mengenal gejala PMS dan cara mengatasinya, anak laki-laki juga dapat menerima perubahan suaranya yang menjadi besar.
- Agar anak dapat menjalankan perannya sesuai dengan jenis kelaminnya, sebagai perempuan atau laki-laki.
- Agar anak memiliki pemahaman yang tepat tentang seks dari orang yang tepat (orang tua dan keluarga) serta terhindar dari kekerasan seksual maupun perilaku seks yang menyimpang.
Komentar
Posting Komentar